Selasa, 31 Januari 2017

Ahok Djarot Semakin Mantap


Hasil Polling Intrans dua kali debat cagub DKI tidak jauh berbeda

Institute for Transformation Studies (Intrans) kembali merilis hasil polling debat Pilkada DKI Jakarta seri kedua yang hasilnya tidak jauh berbeda dengan polling debat cagub DKI seri pertama, kata Direktur Intrans Andi Saiful Haq dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut Andi, hasil polling atas debat cagub DKI seri kedua, Jumat malam (27/1) yaitu pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) di posisi pertama, menyusul  Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di posisi kedua, kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) di ketiga.

Andi mengatakan, nyaris sama dengan hasil polling debat pertama pertama. Polling kedua hasilnya yaitu Ahok-Djarot sebagai pasangan yang paling disukai dengan dukungan 83,7 persen, disusul Anies-Sandi di posisi kedua dengan dukungan 12,1 persen, sementara Agus-Sylvi dengan dukungan 4,2 persen di peringkat ketiga.

Polling Intrans yang dilakukan selama tiga jam debat kedua cagub DKI Jakara pada Jumat malam (27/1) itu diikuti oleh 4.020 responden yang berusia lebih dari 18 tahun dan berdomisili di DKI Jakarta. Intrans tetap menggunakan "Facebook Survey"" sebagaimana pada Polling pertama.

Polling Intrans debat pertama pada Jumat (13/1) selama tiga jam dibuka, diikuti 7.338 responden. Hasilnya menempatkan Ahok-Djarot sebagai pasangan yang dianggap paling meyakinkan memperoleh 75,8 persen. Di posisi kedua Anies-Sandi memperoleh 17 persen dan Agus-Sylvi memperoleh 7,2 persen

"Facebook sudah menyediakan layanan survei yang bisa digunakan untuk mengukur banyak hal. Kelebihannya karena data responden bisa diverifikasi, sehingga tidak ada kekhawatiran ada permainan akun palsu yang akan mempengaruhi hasil polling," kata Andi.

Andi menambahkan, Intrans merupakan lembaga riset yang pertama kali meyakini bahwa Pikada DKI Jakarta hanya berlangsung satu putaran dengan prediksi kemenangan pasangan Ahok-Djarot.

"Ya coba kita hitung, pengguna Facebook DKI Jakarta itu sekitar 4-5 juta orang, kami sudah survei berkali-kali dan hasilnya sama sekitar 75-85 persen. Sebanyak 5 juta pengguna Facebook itu sudah sekitar 60 persen pemilih DKI Jakarta," demikian keterangan Andi.

Pilkada DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan cagub, yaitu nomor urut satu A*us Ha***murti Yu**yono-Sy***ana Mur*i; nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat; nomor urut tiga A**es Basw***n-San***ga Uno. antaranews
Djarot fokus konsolidasi relawan dan kader partai
 Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan berfokus pada konsolidasi relawan dan kader partai pendukung untuk meraih sebanyak-banyaknya dukungan warga Jakarta menjelang berakhirnya Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Menyinergikan antara kader partai pendukung, kader partai pengusung dengan relawan, kemudiam menerjunkan mereka turun ke bawah," kata Djarot di Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa.

Masa kampanye dalam rangka Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Sedangkan hari pemilihan akan jatuh pada 15 Februari 2017.

Selain fokus pada konsolidasi, Djarot juga menaruh perhatian pada pelatihan saksi dari pihaknya saat berada di dalam maupun di luar kawasan tempat pemungutan suara.

Pelatihan tersebut diperlukan agar setiap saksi dapat menjalankan tugasnya demi penyelenggaraan pemungutan suara yang bersih.

Djarot meminta seluruh kader partai, relawan, pendukung, dan anggota masyarakat semakin mendekati pilkada maka semakin menjaga suasana Jakarta agar tetap sejuk, aman dan damai.

"Jangan mudah terprovokasi dan jangan melakukan provokasi kepada pihak lain," tuturnya.

Mantan Wali Kota Blitar itu juga mengimbau agar warga saling menghormati pilihan masing masing dan tidak boleh memaksakan kehendak pada orang lain untuk memilih seorang calon gubernur atau wakil gubernur agar tidak menyebabkan perselisihan.

"Saya selalu ke mana-mana minta pada seluruh warga, seluruh pendukung, relawan partai, kami juga meminta pasangan calon yang lain juga melakukan yang sama sehingga kita bisa menciptakan, mewujudkan pilkada kita ini yang betul-betul berkualitas, yang betul-betul jujur, aman, adil, yang damai gitu ya," tuturnya. 

Alasan Ahok-Djarot Tertawa-tawa Sepanjang Debat

Di antara pasangan calon lain, paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat terlihat lebih santai pada debat cagub DKI putaran kedua yang digelar pada Jumat, 27 Januari 2017.Sepanjang debat, meski diserang dari kanan-kiri, Ahok-Djarot tetap tertawa. Apa alasan mereka tetap santai menghadapi gempuran kritik dan sindiran dari lawan?

"Ketawa (karena) banyak yang tidak rasional. Ketawa saja biar masyarakat Jakarta yang menilai. Wong, kami serba salah, senyum salah, cemberut salah. Apa pun salah. Biar saja. Masyarakat bisa lihat mana yang lebih berkualitas," ujar Djarot di kawasan Menteng, Sabtu (28/1/2017).

Menurut Djarot, salah satu alasan dia dan Ahok banyak tertawa lantaran mendengar jawaban dari pasangan calon lain yang banyak tidak rasional.

"Warga Jakarta bisa lihat mana yang programnya komplet, mana yang masih di awang-awang dan tidak rasional," ucap Djarot.

Djarot menyebut debat semalam cukup seru dengan banyaknya serangan. Serangan itu datang tidak hanya ditanyakan langsung ke Ahok-Djarot, tapi juga pertanyaan ditanyakan ke paslon lain dengan tujuan menyerang Ahok-Djarot.

"Manuver menyerang? Itu, kan, anggapannya. Kasih umpan (pertanyaan ke paslon lain) supaya serang kami. Enggak apa-apa, Biasa, kok, diserang he-he-he," Djarot menandaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar